Selasa, 10 Juni 2014

My opinion

Seharusnya pemilik media tidaklah menunjukan keberpihakannya terhadap salah satu kandidat,hal itu akan membuat media tdk netral dlm pmbritaan, atau klo perlu seperti di negara prancis sana dimana pemilik media dilarang keras terjun di dunia politik.
Gak kebayang klo yg jd presiden itu yg punya media!Udah aja medianya jadi 'voice of govermnt' klo gt.
Untung kndidat skr bkn pemilik tv...meski ttp aja dkungan dr pmilik media kdang membuat media itu berat sebelah.
Lantas mana hukum kebijakan komunikasi yg mengatur ttg hal ini?

Di kita, rakyat ini selalu dicecoki dengan apapun yg dianggap penting yg ditayangkan oleh media. Pemberitaan yang disajikan media akan mempengaruhi opini publik masyarakat.
Bahkan tayangan2 yg tdk mendidikpun bisa mempengaruhi opini dan pola pikir masyarakat, klo dipikir lbh dalam, ngeri jg industri media di negeri ini krna trnyata sbgian besar media bukan berasas pda landasan hukum kebijakan ttg keharusan mencerdaskan bangsa, tapi demi rating dan kepentingan semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar