Selasa, 16 Juli 2013
QUE SERA SERA
When I was just a little girl
I asked my mother what will I be
Will I be pretty
Will I be rich
Here's what she said to me
Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera
When I was just a child in school
I asked my teacher what should I try
Should I paint pictures
Should I sing songs
This was her wise reply
Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera
When I grew up and fell in love
I asked my sweetheart what lies ahead
Will there be rainbows day after day
Here's what my sweetheart said
Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera
What will be, will be
Que sera sera...
Ini lagu yang paling gue suka dari waktu kecil sampe sekarang, pertama kali denger sih sebenernya gara gara iklan semen di tv tapi akhirnya cari tau sendiri lagu aslinya, hihihi dan sekarang gue ajarin semua ponakan ponakan gue nyanyi lagu ini..yukitanyanyiiii...
cara terbaik presentasi di kelas
buat temen temen yang masih duduk di bangku sekolah atau baru masuk perguruan tinggi, gue yakin bgt deh kalian semua pasti sering bgt yang namanya di suruh presentasi, ya apapun itu tentang berbicara di depan kelas. Cuma masalah nya, apakah semua orang pandai berbicara di depan tanpa hambatan apapun? naaah pertanyaannya, siapa disini yang paling gabisa kalo disuruh ngomong di depan, nahlo berabe kan? ets...dont worry, gue bakalan kasih tips tips kecil nih biar temen temen berani ngomong ato presentasi oke di depan kelas :
Pertama, Kuasai materi yang mau diomongin !
itu udah pasti sod, klo perlu latian dulu di rumah tengtang apa yang mau disampaikan, jangan sampai pada saat presentasi cuma bacain powerpoint doang, aduuh enggk bgt deh. pada saat presentasi kan ada audiens tuh, mereka juga harus kita hargain, dimana pada saat kita berbicara pandangan kita harus menyeluruh artinya kita memperhatikan mereka dan mereka pun akan sebaliknya memperhatikan kita, coba kalo kita cuma baca layar, hiiiy penontonnya juga keburu kabur ajaaahhh..so, kuasain materi kalo mau baca ya dikit dikit lah.
Kedua, perhatikan penampilan !
Ja ijalaah mesti okehhhh, secara kita di depan dan jadi pusat perhatian, klo penampilan kita rapi, oke, cuco ya pasti kitanya tambah pede dan orang orang juga adeem bo liatnya. percaya deh!
Ketiga, berasumsilah bahwa kita hebat!
menurut gue sih narsis itu halal ya, selama masih batas kewajaran kenapa gak kita manfaatin kenarsisan itu untuk menambah rasa percaya diri, intinya ngomong depan umum itu yang penting pede bukan? mu orang denger atau enggk, setuju atau enggk, yang penting pede bro..
Keempat, Perhatikan Body Language!
pernah liat ga orang ngomong dpan umum, tapi goyang goyang mulu, ya maju mundur lah, garuk garuk mulu lah, mata nya ke atas terus l;ah, tangannya di taro di saku lah, atau kegiatan apapun yang ganggu mata orang yang denger, alhasil pesan yang disampaikan itu bukannya nyampe tapi orang orang malah sibuk mikir "itu orang kenapa ya gamau diem?kebelet pipis apa?nervous kali ya....blablabla" tuh kaaan...ini tuh sering bgt kejadian makanya perhatiin bodi lengwij kita saat presentasi, jangan sampe bikin orang yang liat jadi terganggu.
Kelima, hindari junkword!
Gue yakin kalian pasti pernah merhatiin orang ngomong, guru, dosen, atau siapapun yang klo ngomong kebanyakan kata "nah" atau "ya" atau apapun itu yang akhirnya jd ciri khasnya dia, gue pernah tuh dulu waktu jaman SMP punya guru yang sering bgt bilang "ya" akhirnya gue bukan perhatiin apa yang dia omongin, tapi sibuk ngitung berapa kali dia bilang "ya" dalam kurun waktu satu jam, ampe ada ratusan gitu deh.hadeeuuyhh...nah guys,jgn sampe ini terjadi sama audiens lo! bahaya, pesan lo ga akan nyampe sia sia dh akhirnya ngomong panjang lebar. so, be careful with junkword!
Keenam, minimalisir kata "euuu..." !
banyak orang bingung, gimana caranya supaya gak banyak bilang kata "euuuu.." soalnya biasanya kata ini muncul gitu aja tanpa disadari, daripada terlihat enggk bgt ngmng dengan banyak kata "eu.." ganti! biasanya kata itu keluar ketika sedang berpikir, yakan? kata apa yang selanjutnya akan kita utarakan, naah...mulai sekarang ketika kita berpikir sebagai jeda coba deh jangan pake kata 'eu..' tapi saat kita berpikir lebih baik kita diam sejenak, tapi ttp fokus, jangan pasang muka bingung atau mata memutar, karena hal itu akan membuat sodara sodari semakin blank, coba diem, rilex, tarik nafas, stay cool,senyum, gesture santay dan berwibawa, pasti itu akan lebih baik, jadi terkesan tidak terburu-buru.
Ketujuh, perhatikan gaya berbicara dan intonasi!
Yang ini gak kalah penting, pada saat berbicara depan umum kita harus bisa memperhatikan gaya berbicara kita, suara boleh cempreng (toh itu dari sononya) tapi tetep harus bisa kontrol, jangan seolah berbicara seadanya seperti lagi ngobrol sama temen atau tidak memperhatikan intonasi yang baik, kita kan presentasi coba pake intonasi yang lebih serius, perhatikan intonasi, jangan kekanak kanakan kalo bisa, atao jangan ngelogat yang aneh aneh, usahakan pake bahasa indonesia yang baik dan benar, artikulasi juga harus jelas, mulut dibuka lebar, badan tegak, kepala tegak, intonasi tetep perlu tapi buka sembarang intonasi.
Sebenernya untuk gue pribadi selain yang dipoint ke enam meminimalisir kata "eu.." dengan diam, biasanya gue pake juga teknik ketujuh, dimana gue mainin intonasi di akhir kalimat dengan sedikit agak panjang sebagai pengganti "euu.." saat berpikir, misalnya dengan kalimat "untuk ituuu..blablabla" atau cara lainnya gue biasanya memperhatikan cara bicara dengan menggunakan artikulasi yang jelas,mulut di buka dan aiueo nya jelas, sehingga pada saat gue memperjelas tiap kalimat yang diomongin, seenggaknya akan bertambah beberapa detik sehingga tempo nya lebih melambat so, hal itu bisa digunakan untuk berpikir kalimat apa yang selanjutnya akan diutarakan.
Kedelapan, Berani menatap audiens!
pernah denger ga istilah gini "biar ga grogi natap audiens, anggap aja mereka monyet.." iiih kayanya kejem bgt ya itu istilah, gue sih ga setuju, justru yang ada dengan membayangkan mereka monyet malah jadi membuyarkan pikiran alhasil kita lupa materi, mending lo anggap aja semua audiens itu sahabat sahabat baik lo, jadi mau salah atau bener toh mereka sahabat lo dan mereka juga sama aja ko blm tentu lebih hebat, gitu aja mikirnya. terus gimana klo depan guru/ dosen/ orang hebat lainnya yang emg bener bener jauh di atas kita??
guys, kita kan lagi belajar, jadi klo ada salah salah dikit ya wajar, makanya kita minimalisir kesalahan kesalahan itu dengan cara cara yang udah kita bahas sebelumnya. Daaaannn... selamat mencoba!!
ohya, jangan lupa latihan ya! itu penting loh!
Pertama, Kuasai materi yang mau diomongin !
itu udah pasti sod, klo perlu latian dulu di rumah tengtang apa yang mau disampaikan, jangan sampai pada saat presentasi cuma bacain powerpoint doang, aduuh enggk bgt deh. pada saat presentasi kan ada audiens tuh, mereka juga harus kita hargain, dimana pada saat kita berbicara pandangan kita harus menyeluruh artinya kita memperhatikan mereka dan mereka pun akan sebaliknya memperhatikan kita, coba kalo kita cuma baca layar, hiiiy penontonnya juga keburu kabur ajaaahhh..so, kuasain materi kalo mau baca ya dikit dikit lah.
Kedua, perhatikan penampilan !
Ja ijalaah mesti okehhhh, secara kita di depan dan jadi pusat perhatian, klo penampilan kita rapi, oke, cuco ya pasti kitanya tambah pede dan orang orang juga adeem bo liatnya. percaya deh!
Ketiga, berasumsilah bahwa kita hebat!
menurut gue sih narsis itu halal ya, selama masih batas kewajaran kenapa gak kita manfaatin kenarsisan itu untuk menambah rasa percaya diri, intinya ngomong depan umum itu yang penting pede bukan? mu orang denger atau enggk, setuju atau enggk, yang penting pede bro..
Keempat, Perhatikan Body Language!
pernah liat ga orang ngomong dpan umum, tapi goyang goyang mulu, ya maju mundur lah, garuk garuk mulu lah, mata nya ke atas terus l;ah, tangannya di taro di saku lah, atau kegiatan apapun yang ganggu mata orang yang denger, alhasil pesan yang disampaikan itu bukannya nyampe tapi orang orang malah sibuk mikir "itu orang kenapa ya gamau diem?kebelet pipis apa?nervous kali ya....blablabla" tuh kaaan...ini tuh sering bgt kejadian makanya perhatiin bodi lengwij kita saat presentasi, jangan sampe bikin orang yang liat jadi terganggu.
Kelima, hindari junkword!
Gue yakin kalian pasti pernah merhatiin orang ngomong, guru, dosen, atau siapapun yang klo ngomong kebanyakan kata "nah" atau "ya" atau apapun itu yang akhirnya jd ciri khasnya dia, gue pernah tuh dulu waktu jaman SMP punya guru yang sering bgt bilang "ya" akhirnya gue bukan perhatiin apa yang dia omongin, tapi sibuk ngitung berapa kali dia bilang "ya" dalam kurun waktu satu jam, ampe ada ratusan gitu deh.hadeeuuyhh...nah guys,jgn sampe ini terjadi sama audiens lo! bahaya, pesan lo ga akan nyampe sia sia dh akhirnya ngomong panjang lebar. so, be careful with junkword!
Keenam, minimalisir kata "euuu..." !
banyak orang bingung, gimana caranya supaya gak banyak bilang kata "euuuu.." soalnya biasanya kata ini muncul gitu aja tanpa disadari, daripada terlihat enggk bgt ngmng dengan banyak kata "eu.." ganti! biasanya kata itu keluar ketika sedang berpikir, yakan? kata apa yang selanjutnya akan kita utarakan, naah...mulai sekarang ketika kita berpikir sebagai jeda coba deh jangan pake kata 'eu..' tapi saat kita berpikir lebih baik kita diam sejenak, tapi ttp fokus, jangan pasang muka bingung atau mata memutar, karena hal itu akan membuat sodara sodari semakin blank, coba diem, rilex, tarik nafas, stay cool,senyum, gesture santay dan berwibawa, pasti itu akan lebih baik, jadi terkesan tidak terburu-buru.
Ketujuh, perhatikan gaya berbicara dan intonasi!
Yang ini gak kalah penting, pada saat berbicara depan umum kita harus bisa memperhatikan gaya berbicara kita, suara boleh cempreng (toh itu dari sononya) tapi tetep harus bisa kontrol, jangan seolah berbicara seadanya seperti lagi ngobrol sama temen atau tidak memperhatikan intonasi yang baik, kita kan presentasi coba pake intonasi yang lebih serius, perhatikan intonasi, jangan kekanak kanakan kalo bisa, atao jangan ngelogat yang aneh aneh, usahakan pake bahasa indonesia yang baik dan benar, artikulasi juga harus jelas, mulut dibuka lebar, badan tegak, kepala tegak, intonasi tetep perlu tapi buka sembarang intonasi.
Sebenernya untuk gue pribadi selain yang dipoint ke enam meminimalisir kata "eu.." dengan diam, biasanya gue pake juga teknik ketujuh, dimana gue mainin intonasi di akhir kalimat dengan sedikit agak panjang sebagai pengganti "euu.." saat berpikir, misalnya dengan kalimat "untuk ituuu..blablabla" atau cara lainnya gue biasanya memperhatikan cara bicara dengan menggunakan artikulasi yang jelas,mulut di buka dan aiueo nya jelas, sehingga pada saat gue memperjelas tiap kalimat yang diomongin, seenggaknya akan bertambah beberapa detik sehingga tempo nya lebih melambat so, hal itu bisa digunakan untuk berpikir kalimat apa yang selanjutnya akan diutarakan.
Kedelapan, Berani menatap audiens!
pernah denger ga istilah gini "biar ga grogi natap audiens, anggap aja mereka monyet.." iiih kayanya kejem bgt ya itu istilah, gue sih ga setuju, justru yang ada dengan membayangkan mereka monyet malah jadi membuyarkan pikiran alhasil kita lupa materi, mending lo anggap aja semua audiens itu sahabat sahabat baik lo, jadi mau salah atau bener toh mereka sahabat lo dan mereka juga sama aja ko blm tentu lebih hebat, gitu aja mikirnya. terus gimana klo depan guru/ dosen/ orang hebat lainnya yang emg bener bener jauh di atas kita??
guys, kita kan lagi belajar, jadi klo ada salah salah dikit ya wajar, makanya kita minimalisir kesalahan kesalahan itu dengan cara cara yang udah kita bahas sebelumnya. Daaaannn... selamat mencoba!!
ohya, jangan lupa latihan ya! itu penting loh!
Jangan Biarkan kita bekerja untk uang, tapi biarlah uang yang bekerja untk kita
kalo liat dari judulnya, agak membingungkan maybe, biar gue terangin lebih simple.
Suatu hari, gue dihadapkan pada dua situasi yang sama tapi dengan keadaan yang berbeda, jadi pada hari itu gue nerima dua job MC di hari yang sama, yang satu siang hari jam11-13 satu lagi malem jam6-10 . Ceritanya gini di siang hari gue ngeMC seperti biasa nya ngMC pada umumnya, gue ngMC berdasarkan tanggung jawab gue sbg MC yang di bayar dengan nominal tertentu, emang pada saat itu gue ngerasa gue ambil job itu karena uangnya, jd gue bekerja untuk uang, dan pada saat itu gue belum makan dari pagi, rasanya laper bgt meskipun d kasih snek snek gitu sih, udah gt karena klamaan bediri pke wedges, gue ngerasa pegel bgt, dan pas pulang taksi gue ga dateng dateng, ckup bete sh, mana gue blm prepare buat MC tar mlm pula. singkat cerita MC part 1 kelar . nah yg menarik di saat MC part k 2 di hari itu, knp gue bilang menarik, karena sebelumnya gue sangat ga pede ngemsi di acara ini, bukan karena gue raguin kmampuan gue, tapi karena EO nya yang pada saat meeting pertama sangat merendahkan, memandang sebelah mata dan bilang muka gue kaya bocah, pdhl acaranya bnyk org org pnting dsni, asli itu EO bkin gue under estimate, smp gue hampir mengundurkan diri untuk ga jadi ngemsiin acara itu,tp akhirnya gue ambil challenge ini, gue prepare abis abisan untuk ngMC acara ini, smpe gue bikin script perkata dan gue latihan dlu d rmh, udh kaya pertama kali ngMC, pdhl biasanya langsung berani spontan, tp entah knp untuk acara ini gue pngn perfect, gue pngn nunjukin ke EO itu bhawa persepsi awal mereka ttg gue itu salah, mknya gue berusaha keras semaksimal mungkin, gue pke dress terbaik gue, gue dandan maksimal yang bkin muka gue pangling ga kaya bocah secantik mungkin dh pokonya,hehe. terus gue pke heels tinggi, smpe mau acara pun gue terus ngekonsep, smpe gue ga kpikiran buat makan, cm ngmil ngmil doang, dan klian tau? dstu daerah dingin di garden gt daerah ciumbuleuit atas lg...brrr..dingin bgt kan, logikanya sh mestinya gue udh msk angin tuh mana pke mini dress pula, tp gue ga peduli itu semua di pikiran gue cuma satu, gue pngn nunjukin bhwa gue layak di sbut sbg MC profesional, ga malu maluin, nampilin sbaik mungkin performa gue dan berorientasi harus turut mensukseskan itu acara. gue udh ga pduli dg nominal bayaran yg nnti bkl gue terima, yg pnting klien puas. dan puji syukur alhamdulillah gue akhirnya bsa nunjukin klo gue bisa, dan klient sangat sangat puas, acara sukses bgt, bhkan bnyk report peserta yg dteng interest sm acaranya dan jg MC nya, rasanya gue hepiiiiiiiii ga ada duanya, gue bisa nunjukin performa terbaik gue dan ga siasia apa yg gue lakuin sblmnya, hal ini skligus merubah pandangan itu EO terhadap gue yg tadinya mandang sblh mata skr jg melotot,hhe mreka jd lbh respect sama gue bhkan merekan nawarin kerja sama di event lain, betapa hepi nya gue saat itu.
well, dari kedua kasus itu gue simpulin bahwa di kasus yang pertama gue bekerja untuk uang jd gue hanya melakukan tanggung jawab gue berdasarkan imbalan, hasilnya ga maksimal, malah segala kerasa dan hasilnya org juga biasa aja tanggepannya selayaknya MC pada umumnyaa,nothing special
tapi di kasus kedua gue membiarkan uang yang bekerja buat gue,mksdnya dsni adalh gue bukan lagi bekerja berdasarkan orientasi k imbalan, tp gue pngn mnunjukan performa terbaik gue, alhasil org org interest dan bnyk yg ngsh gue kesempatan untuk bekrja sama dg mereka di event lainnya, sadar ato enggk itu adalah lahan duit sob, so secara ga langsung uang akan bekerja untuk kita, mereka yang akan nyamperin dg sendirinya loh krn ngeliat kualitas performa kita.
Intinya guys, lakukan apa yg bisa kita lakukan semaksimal mungkin jgn pernah berorientasi pda imbalan, tp berorientasi lah pda performa terbaik yang bisa kita berikan, krn kita gak prnah tahu bisa jd ada org org potensial yg ngeliat dan tertarik dg performance kita. heyaaaah
Suatu hari, gue dihadapkan pada dua situasi yang sama tapi dengan keadaan yang berbeda, jadi pada hari itu gue nerima dua job MC di hari yang sama, yang satu siang hari jam11-13 satu lagi malem jam6-10 . Ceritanya gini di siang hari gue ngeMC seperti biasa nya ngMC pada umumnya, gue ngMC berdasarkan tanggung jawab gue sbg MC yang di bayar dengan nominal tertentu, emang pada saat itu gue ngerasa gue ambil job itu karena uangnya, jd gue bekerja untuk uang, dan pada saat itu gue belum makan dari pagi, rasanya laper bgt meskipun d kasih snek snek gitu sih, udah gt karena klamaan bediri pke wedges, gue ngerasa pegel bgt, dan pas pulang taksi gue ga dateng dateng, ckup bete sh, mana gue blm prepare buat MC tar mlm pula. singkat cerita MC part 1 kelar . nah yg menarik di saat MC part k 2 di hari itu, knp gue bilang menarik, karena sebelumnya gue sangat ga pede ngemsi di acara ini, bukan karena gue raguin kmampuan gue, tapi karena EO nya yang pada saat meeting pertama sangat merendahkan, memandang sebelah mata dan bilang muka gue kaya bocah, pdhl acaranya bnyk org org pnting dsni, asli itu EO bkin gue under estimate, smp gue hampir mengundurkan diri untuk ga jadi ngemsiin acara itu,tp akhirnya gue ambil challenge ini, gue prepare abis abisan untuk ngMC acara ini, smpe gue bikin script perkata dan gue latihan dlu d rmh, udh kaya pertama kali ngMC, pdhl biasanya langsung berani spontan, tp entah knp untuk acara ini gue pngn perfect, gue pngn nunjukin ke EO itu bhawa persepsi awal mereka ttg gue itu salah, mknya gue berusaha keras semaksimal mungkin, gue pke dress terbaik gue, gue dandan maksimal yang bkin muka gue pangling ga kaya bocah secantik mungkin dh pokonya,hehe. terus gue pke heels tinggi, smpe mau acara pun gue terus ngekonsep, smpe gue ga kpikiran buat makan, cm ngmil ngmil doang, dan klian tau? dstu daerah dingin di garden gt daerah ciumbuleuit atas lg...brrr..dingin bgt kan, logikanya sh mestinya gue udh msk angin tuh mana pke mini dress pula, tp gue ga peduli itu semua di pikiran gue cuma satu, gue pngn nunjukin bhwa gue layak di sbut sbg MC profesional, ga malu maluin, nampilin sbaik mungkin performa gue dan berorientasi harus turut mensukseskan itu acara. gue udh ga pduli dg nominal bayaran yg nnti bkl gue terima, yg pnting klien puas. dan puji syukur alhamdulillah gue akhirnya bsa nunjukin klo gue bisa, dan klient sangat sangat puas, acara sukses bgt, bhkan bnyk report peserta yg dteng interest sm acaranya dan jg MC nya, rasanya gue hepiiiiiiiii ga ada duanya, gue bisa nunjukin performa terbaik gue dan ga siasia apa yg gue lakuin sblmnya, hal ini skligus merubah pandangan itu EO terhadap gue yg tadinya mandang sblh mata skr jg melotot,hhe mreka jd lbh respect sama gue bhkan merekan nawarin kerja sama di event lain, betapa hepi nya gue saat itu.
well, dari kedua kasus itu gue simpulin bahwa di kasus yang pertama gue bekerja untuk uang jd gue hanya melakukan tanggung jawab gue berdasarkan imbalan, hasilnya ga maksimal, malah segala kerasa dan hasilnya org juga biasa aja tanggepannya selayaknya MC pada umumnyaa,nothing special
tapi di kasus kedua gue membiarkan uang yang bekerja buat gue,mksdnya dsni adalh gue bukan lagi bekerja berdasarkan orientasi k imbalan, tp gue pngn mnunjukan performa terbaik gue, alhasil org org interest dan bnyk yg ngsh gue kesempatan untuk bekrja sama dg mereka di event lainnya, sadar ato enggk itu adalah lahan duit sob, so secara ga langsung uang akan bekerja untuk kita, mereka yang akan nyamperin dg sendirinya loh krn ngeliat kualitas performa kita.
Intinya guys, lakukan apa yg bisa kita lakukan semaksimal mungkin jgn pernah berorientasi pda imbalan, tp berorientasi lah pda performa terbaik yang bisa kita berikan, krn kita gak prnah tahu bisa jd ada org org potensial yg ngeliat dan tertarik dg performance kita. heyaaaah
Langganan:
Komentar (Atom)